Senin, 05 Maret 2018

KD 3.2 Menerapkan Metode Peta Minda dan KD 3.3 Mengevaluasi Paragraf Deskriptif, Argumentasi, Naratif, & Persuasif.



KD 3.2 Menerapkan Metode Peta Minda

Penjelasan  Metode PETA MINDA

Peta minda ialah sejenis rajah yang dilukis untuk meringkaskan maklumat, idea, tugasan atau huraian yang padat. Peta minda adalah gambar rajah yang digunakan untuk menggariskan maklumat visual. Peta minda sering dicipta sekitar satu perkataan atau teks, diletakkan di tengah-tengah, di mana idea-idea yang berkaitan, kata-kata dan konsep yang ditambah. Peta minda dianggap sebagai sejenis rajah labah-labah.

Jenis-Jenis PETA MINDA
1. Circle Map (Peta Bulatan) Circle Map digunakan untuk sumbangsaran idea dan mempamerkan pengetahuan sedia berkaitan sesuatu tajuk dengan memberikan maklumat mengikut konteks.
 2. Bubble Map (Peta Buih) Bubble Map digunakan untuk memperkaya kebolehan murid bagi mengenalpasti atau menunjukkan kualiti. Biasanya menggunakan perkataan deskriptif atau huraian.
3. Double Bubble Map (Peta Buih Berganda) Double Bubble Map digunakan untuk membanding beza sesuatu
4. Tree Map (Peta Pokok) Tree Map digunakan untuk mengklasifikasikan bahan atau idea.
5. Brace Map (Peta Dakap) Brace Map digunakan untuk menganalisis objek fizikal. Garisan sebelah kiri adalah nama atau imej keseluruhan objek. Garisan pada bahagian kedua adalah bahagian utama.
6. Flow Map (Peta Alir) Flow Map digunakan untuk membuat urutan sesuatu proses.
7. Multi-flow Map (Peta Pelbagai Alir) Multi-flow Map digunakan untuk menunjukkan dan menganalisis hubungan sebab dan akibat. Segiempat yang berada di tengah adalah peristiwa yang penting. Bahagian sebelah kiri adalah sebab-sebab peristiwa tersebut, manakala bahagian sebelah kanan pula adalah akibat daripada peristiwa tersebut.
8. Bridge Map (Peta Titi) Bridge Map digunakan untuk memberi peluang kepada pelajar untuk mengaplikasikan proses analogi dengan menggunakan faktor penghubungan.


KD 3.3 Mengevaluasi Paragraf Deskriptif, Argumentasi, Naratif, & Persuasif.

Penjelasan Paragraf Deskriptif, Argumentasi, Naratif, & Persuasif
 Paragraf deskriptif atau paragraf deskripsi adalah paragraf yang isinya melukiskan suatu objek yang dirangkai dengan kata-kata yang dapat merasang indra pembaca. Artinya penulis menginginkan agar pembaca bisa ikut melihat, mendengar dan merasakan melalui tulisan yang ditulisnya.
Ciri-ciri Paragraf Deskriptif :
1.    Menggambarkan sesuatu secara rinci dan bagian demi bagian.
2.    Menggunakan pola urutan tertentu.
3.    Mengungkapkan pengalama,mengungkapkan pengalaman rasional atau pengalaman emosional, atau keduanya sebagai hasil penginderaan.
4.    Berusaha menghadirkan suatu peristiwa atau hal tertentu di depan pembaca.

jenis-Jenis Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi dibagi menjadi 3 jenis lagi, yakni paragraf deskripsi spasial, paragraf deskripsi objektif, dan paragraf deskripsi subjektif. Nah, seperti apa pengertian jenis-jenis paragraf ini dan bagaimana contohnya? Lanjut lagi yuk di bawah.

1. Paragraf Deskripsi Spasial

Paragraf ini dibuat berdasarkan ruang dan waktu. Artinya, dalam paragraf ini kamu bisa menjelaskan suatu ruangan dari berbagai penjuru, luar, dalam, atas atau bahkan bawah. Kamu bisa memberi penjelasan tentang keadaan ruangan, apakah gelap, terang, pengap, berdebu, bersih, rapi, kotor, dan sebagainya.
Selain keadaan ruangan, kamu juga bisa menggambarkan apa saja yang ada di dalam ruangan tersebut. Mulai dari jenis-jenis benda di dalam ruangan hingga tata letaknya. Kamu harus bisa menjelaskan ruangan dan isinya tersebut dengan sangat detail dan spesifik sehingga pembaca merasa seolah-olah mereka tahu dan kenal isi ruangan tersebut atau ikut hadir dalam ruangan tersebut.

2. Paragraf Deskripsi Objektif

Sesuai dengan kata objektif, paragraf deskripsi objektif ini merupakan teks yang berisi gambaran sesuatu secara objektif atau apa adanya. Penulis tidak lagi menambahkan opini atau pendapat pribadi untuk melengkapi paragraf ini.

3. Paragraf Deskripsi Subjektif

Kalau yang satu ini merupakan kebalikan dari paragraf deskripsi objektif. Pasalnya, paragraf deskripsi subjektif ini justru mengharuskan penulis untuk menggambarkan keadaan sesuai dengan apa yang dilihat dan dirasakan penulis. Dengan kata lain, penulis sangat boleh untuk menulis pendapat atau opini pribadinya dalam menjelaskan sesuatu.

Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca.
Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.
Ciri-ciri Argumentasi :
  1. Berisi pendapat, pandangan, atau keyakinan penulis terhadap suatu permasalahan.
  2. Memiliki data-data faktual yang digunakan untuk meyakinkan pembaca.
  3. Menjabarkan suatu permasalahan dengan cara menganalisa dan menganalogikan.
  4. Diakhiri dengan kesimpulan berupa pendapat yang lebih luas bukan merupakan penegasan kembali topik utama. 

Jenis dan Contoh Paragraf Argumentasi

Paragraf argumentasi dikelompokkan menjadi dua berdasarkan cara pengembangan topik utamanya, yaitu paragraf argumentasi sebab-akibat, dan paragraf argumentasi akibat-sebab.

1.    Paragraf Argumentasi Sebab-Akibat
Paragraf ini diawali dengan pendapat-pendapat yang berupa sebab-sebab dari suatu permasalahan tertentu yang pada akhirnya diarahkan pada satu kesimpulan umum yang disebut juga dengan akibat dari sebab-sebab tersebut.



2.     Paragraf Argumentasi Akibat-Sebab

Paragraf argumentasi ini diawali dengan pendapat-pendapat yang berupa akibat dari suatu permasalahan tertentu dan pada bagian akhir paragraf dijabarkan apa yang menjadi penyebab akibat-akibat tersebut.


Paragraf  Naratif adalah jenis karangan yang mengungkapkan suatu kisah, peristiwa, atau pengalaman pribadi berdasarkan urutan-urutan kajadian atau peristiwa.
Ciri-ciri Paragraf Naratif :
1.    Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
2.    Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
3.    Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi (cerpen, novel, roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar, sejarah, riwayat perjalanan).

 

 

Jenis-Jenis Paragraf Narasi


1.    Narasi Ekspositoris
Paragraf ini adalah jenis narasi yang menceritakan rangkaian perbuatan yang disampaikan dengan sangat informatif sehingga pembaca mengetahui dengan jelas bagaimana cerita tersebut berlangsung.
2.    Narasi Sugestif
Paragraf ini merupakan narasi yang hanya mengisahkan suatu cerita hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi dari si pengarang. Jenis paragraf ini dapat ditemukan pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel.


Persuasif Menurut Syamsuddin, paragraf persuasif adalah paragraf yang isinya berusaha untuk merebut perhatian pembaca. Paragraf ini disajikan secara menarik, meyakinkan mereka bahwa pengalaman yang disiratkan itu merupakan suatu hal yang amat penting. Karena itu, terkadang paragraf persuasi sering digunakan sebagai paragraf propaganda oleh lembaga kesehatan, pemerintah, dan lain-lain.
Ciri-ciri Paragraf Persuasif :
  1. Penulis memahami bahwa pendirian dan pemahaman pembaca dapat diubah.
  2. Berusaha menjelaskan dan menarik kepercayaan pembaca
  3. Berusaha menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
  4. Berusaha menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
  5. Menunjukkan fakta-fakta dan data untuk menguatkan argumentasi atau dalil
Jenis Paragraf Persuasif

Sebagaimana bentuk paragraf persuasif tersebut, paragraf persuasif dapat digolongkan dalam beberapa jenis, di antaranya adalah:

1. Persuasi politik
Sesuai dengan namanya, persuasi politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering menggunakan pesuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negaranya. Kita akan bisa memahami persuasi politik lebih baik lagi, bila kutipan berikut ini kita kaji dengan teliti. Naskah persuasi politik berikut ini berkombinasi dengan eksposisi.


2. Persuasi pendidikan
Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Seorang guru, misalnya, bisa menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak supaya mereka giat berlajar, senang membaca dan lain-lain. Seorang motivator atau inovator pendidikan bisa memanfaatkan persuasi pendidikan dengan menampilkan konsep-konsep baru pendidikan untuk bisa dilaksanakan oleh pelaksana pendidikan. Kutipan artikel berita ini dapat dijadikan bahan menelaah karangan persuasi pendidikan.

3. Persuasi advertensi
Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan. Karena itu,advertensi diberi predikat jalur komunikasi antara pabrik dan penyalur, pemilik barang dan publik sebagai konsumen. Iklan itu beraneka ragam, ada yang sangat pendek, ada pula yang panjang.

Persuasi iklan yang baik adalah persuasi yang mampu dan berhasil merangsang konsumen membeli barang yang ditawarkan. Sebaliknya, persuasi iklan itu tergolong sebagai persuasi yang kurang baik apabila tidak berhasil merangsang konsumen untuk membeli barang yang diiklankan.

4. Persuasi propaganda

Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan persuasi tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.

Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajaka. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembuatan informasi tentang seseorang yang mengidap penyakit jantung yang disertai dengan ajakan pengumpulan dana untuk pengobatannya, atau selebaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu yang disertai ajakan berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda. Perhatikan kutipan karangan persuasi propaganda dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar