KD 3.2
Menerapkan Metode Peta Minda
Penjelasan Metode
PETA MINDA
Peta minda ialah
sejenis rajah yang dilukis untuk meringkaskan maklumat, idea, tugasan atau
huraian yang padat. Peta minda adalah gambar rajah yang digunakan untuk
menggariskan maklumat visual. Peta minda sering dicipta sekitar satu perkataan
atau teks, diletakkan di tengah-tengah, di mana idea-idea yang berkaitan,
kata-kata dan konsep yang ditambah. Peta minda dianggap sebagai sejenis rajah
labah-labah.
Jenis-Jenis PETA MINDA
1. Circle Map (Peta
Bulatan) Circle Map
digunakan untuk sumbangsaran idea dan mempamerkan pengetahuan sedia berkaitan
sesuatu tajuk dengan memberikan maklumat mengikut konteks.
2. Bubble
Map (Peta Buih) Bubble Map digunakan untuk memperkaya kebolehan murid bagi
mengenalpasti atau menunjukkan kualiti. Biasanya menggunakan perkataan
deskriptif atau huraian.
3. Double Bubble Map (Peta
Buih Berganda) Double Bubble Map digunakan untuk membanding beza sesuatu
4. Tree Map (Peta Pokok) Tree Map digunakan untuk
mengklasifikasikan bahan atau idea.
5. Brace Map (Peta Dakap) Brace Map digunakan untuk
menganalisis objek fizikal. Garisan sebelah kiri adalah nama atau imej
keseluruhan objek. Garisan pada bahagian kedua adalah bahagian utama.
6. Flow Map (Peta Alir) Flow Map digunakan untuk
membuat urutan sesuatu proses.
7. Multi-flow Map (Peta
Pelbagai Alir) Multi-flow Map digunakan untuk menunjukkan dan menganalisis hubungan
sebab dan akibat. Segiempat yang berada di tengah adalah peristiwa yang
penting. Bahagian sebelah kiri adalah sebab-sebab peristiwa tersebut, manakala
bahagian sebelah kanan pula adalah akibat daripada peristiwa tersebut.
8. Bridge Map (Peta Titi) Bridge Map digunakan
untuk memberi peluang kepada pelajar untuk mengaplikasikan proses analogi
dengan menggunakan faktor penghubungan.
KD 3.3
Mengevaluasi Paragraf Deskriptif, Argumentasi, Naratif, & Persuasif.
Penjelasan Paragraf Deskriptif,
Argumentasi, Naratif, & Persuasif
Paragraf deskriptif atau paragraf deskripsi adalah paragraf yang isinya melukiskan suatu
objek yang dirangkai dengan kata-kata yang dapat merasang indra pembaca.
Artinya penulis menginginkan agar pembaca bisa ikut melihat, mendengar dan
merasakan melalui tulisan yang ditulisnya.
Ciri-ciri Paragraf Deskriptif :
1.
Menggambarkan sesuatu secara rinci dan bagian demi
bagian.
2.
Menggunakan pola urutan tertentu.
3.
Mengungkapkan pengalama,mengungkapkan
pengalaman rasional atau pengalaman emosional, atau keduanya sebagai hasil
penginderaan.
4.
Berusaha menghadirkan suatu peristiwa atau hal
tertentu di depan pembaca.
jenis-Jenis Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi dibagi menjadi
3 jenis lagi, yakni paragraf deskripsi spasial, paragraf deskripsi objektif,
dan paragraf deskripsi subjektif. Nah, seperti apa pengertian jenis-jenis
paragraf ini dan bagaimana contohnya? Lanjut lagi yuk di bawah.
1. Paragraf Deskripsi Spasial
Paragraf ini dibuat berdasarkan
ruang dan waktu. Artinya, dalam paragraf ini kamu bisa menjelaskan suatu
ruangan dari berbagai penjuru, luar, dalam, atas atau bahkan bawah. Kamu bisa
memberi penjelasan tentang keadaan ruangan, apakah gelap, terang, pengap,
berdebu, bersih, rapi, kotor, dan sebagainya.
Selain keadaan ruangan, kamu juga
bisa menggambarkan apa saja yang ada di dalam ruangan tersebut. Mulai dari
jenis-jenis benda di dalam ruangan hingga tata letaknya. Kamu harus bisa
menjelaskan ruangan dan isinya tersebut dengan sangat detail dan spesifik
sehingga pembaca merasa seolah-olah mereka tahu dan kenal isi ruangan tersebut
atau ikut hadir dalam ruangan tersebut.
2. Paragraf Deskripsi Objektif
Sesuai dengan kata objektif,
paragraf deskripsi objektif ini merupakan teks yang berisi gambaran sesuatu
secara objektif atau apa adanya. Penulis tidak lagi menambahkan opini atau
pendapat pribadi untuk melengkapi paragraf ini.
3. Paragraf Deskripsi Subjektif
Kalau yang satu ini merupakan
kebalikan dari paragraf deskripsi objektif. Pasalnya, paragraf deskripsi
subjektif ini justru mengharuskan penulis untuk menggambarkan keadaan sesuai
dengan apa yang dilihat dan dirasakan penulis. Dengan kata lain, penulis sangat
boleh untuk menulis pendapat atau opini pribadinya dalam menjelaskan sesuatu.
Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam
penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca.
Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa
penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan
contoh, analogi, dan sebab akibat.
Ciri-ciri Argumentasi :
- Berisi pendapat, pandangan, atau keyakinan penulis terhadap suatu permasalahan.
- Memiliki data-data faktual yang digunakan untuk meyakinkan pembaca.
- Menjabarkan suatu permasalahan dengan cara menganalisa dan menganalogikan.
- Diakhiri dengan kesimpulan berupa pendapat yang lebih luas bukan merupakan penegasan kembali topik utama.
Jenis
dan Contoh Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi dikelompokkan menjadi dua
berdasarkan cara pengembangan topik utamanya, yaitu paragraf argumentasi
sebab-akibat, dan paragraf argumentasi akibat-sebab.
1.
Paragraf Argumentasi
Sebab-Akibat
Paragraf ini diawali dengan pendapat-pendapat yang
berupa sebab-sebab dari suatu permasalahan tertentu yang pada akhirnya
diarahkan pada satu kesimpulan umum yang disebut juga dengan akibat dari
sebab-sebab tersebut.
2. Paragraf Argumentasi Akibat-Sebab
Paragraf argumentasi ini diawali dengan pendapat-pendapat yang
berupa akibat dari suatu permasalahan tertentu dan pada bagian akhir paragraf
dijabarkan apa yang menjadi penyebab akibat-akibat tersebut.
Paragraf Naratif adalah jenis karangan yang mengungkapkan suatu kisah, peristiwa, atau pengalaman pribadi berdasarkan urutan-urutan kajadian atau peristiwa.
Ciri-ciri Paragraf Naratif :
1. Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
2. Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
3. Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi (cerpen, novel,
roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata
dalam surat kabar, sejarah, riwayat perjalanan).
Jenis-Jenis Paragraf Narasi
1.
Narasi Ekspositoris
Paragraf ini adalah jenis narasi yang menceritakan rangkaian
perbuatan yang disampaikan dengan sangat informatif sehingga pembaca mengetahui
dengan jelas bagaimana cerita tersebut berlangsung.
2.
Narasi Sugestif
Paragraf ini merupakan narasi yang hanya mengisahkan suatu cerita
hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi dari si pengarang. Jenis paragraf ini
dapat ditemukan pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel.
Persuasif Menurut Syamsuddin, paragraf
persuasif adalah paragraf yang isinya berusaha untuk
merebut perhatian pembaca. Paragraf ini disajikan secara menarik, meyakinkan
mereka bahwa pengalaman yang disiratkan itu merupakan suatu hal yang amat
penting. Karena itu, terkadang paragraf persuasi sering digunakan sebagai
paragraf propaganda oleh lembaga kesehatan, pemerintah, dan lain-lain.
Ciri-ciri Paragraf Persuasif :
- Penulis memahami bahwa pendirian dan pemahaman pembaca dapat diubah.
- Berusaha menjelaskan dan menarik kepercayaan pembaca
- Berusaha menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
- Berusaha menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
- Menunjukkan fakta-fakta dan data untuk menguatkan argumentasi atau dalil
Jenis Paragraf Persuasif
Sebagaimana bentuk paragraf persuasif tersebut, paragraf persuasif dapat digolongkan dalam beberapa jenis, di antaranya adalah:
1. Persuasi politik
Sesuai dengan namanya, persuasi politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering menggunakan pesuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negaranya. Kita akan bisa memahami persuasi politik lebih baik lagi, bila kutipan berikut ini kita kaji dengan teliti. Naskah persuasi politik berikut ini berkombinasi dengan eksposisi.
2. Persuasi pendidikan
Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Seorang guru, misalnya, bisa menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak supaya mereka giat berlajar, senang membaca dan lain-lain. Seorang motivator atau inovator pendidikan bisa memanfaatkan persuasi pendidikan dengan menampilkan konsep-konsep baru pendidikan untuk bisa dilaksanakan oleh pelaksana pendidikan. Kutipan artikel berita ini dapat dijadikan bahan menelaah karangan persuasi pendidikan.
3. Persuasi advertensi
Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan. Karena itu,advertensi diberi predikat jalur komunikasi antara pabrik dan penyalur, pemilik barang dan publik sebagai konsumen. Iklan itu beraneka ragam, ada yang sangat pendek, ada pula yang panjang.
Persuasi iklan yang baik adalah persuasi yang mampu dan berhasil merangsang konsumen membeli barang yang ditawarkan. Sebaliknya, persuasi iklan itu tergolong sebagai persuasi yang kurang baik apabila tidak berhasil merangsang konsumen untuk membeli barang yang diiklankan.
4. Persuasi propaganda
Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan persuasi tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.
Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajaka. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembuatan informasi tentang seseorang yang mengidap penyakit jantung yang disertai dengan ajakan pengumpulan dana untuk pengobatannya, atau selebaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu yang disertai ajakan berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda. Perhatikan kutipan karangan persuasi propaganda dibawah ini.
Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Seorang guru, misalnya, bisa menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak supaya mereka giat berlajar, senang membaca dan lain-lain. Seorang motivator atau inovator pendidikan bisa memanfaatkan persuasi pendidikan dengan menampilkan konsep-konsep baru pendidikan untuk bisa dilaksanakan oleh pelaksana pendidikan. Kutipan artikel berita ini dapat dijadikan bahan menelaah karangan persuasi pendidikan.
3. Persuasi advertensi
Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan. Karena itu,advertensi diberi predikat jalur komunikasi antara pabrik dan penyalur, pemilik barang dan publik sebagai konsumen. Iklan itu beraneka ragam, ada yang sangat pendek, ada pula yang panjang.
Persuasi iklan yang baik adalah persuasi yang mampu dan berhasil merangsang konsumen membeli barang yang ditawarkan. Sebaliknya, persuasi iklan itu tergolong sebagai persuasi yang kurang baik apabila tidak berhasil merangsang konsumen untuk membeli barang yang diiklankan.
4. Persuasi propaganda
Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan persuasi tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.
Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajaka. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembuatan informasi tentang seseorang yang mengidap penyakit jantung yang disertai dengan ajakan pengumpulan dana untuk pengobatannya, atau selebaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu yang disertai ajakan berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda. Perhatikan kutipan karangan persuasi propaganda dibawah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar